Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Melalui wawancara kepada beberapa sesepuh, mereka meyakini bahwa cikal bakal Masjid Nuurul Bayaan sudah eksis bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Mama H. Mansyur adalah salah satu pengelola awal masjid tersebut, kemudian dibantu oleh Kyai Harun, kemudian oleh Ajengan Apud dan dilanjutan oleh KH. Djaja. Bapak Djadja lah yang pada akhirnya disekitar tahun 1967 menamai Masjid tersebut Nuurul Bayaan, beliau juga berikhtiar merumuskan lembaga pendidikan agama Madrasah Nuurul Bayaan ditempat yang sama. Beliau menyusun kurikulum, nadham, menyusun buku – buku agama, hingga menciptakan lagu – lagu islami yang sampai saat ini digunakan sebagai bahan ajar di Nuurul Bayaan.
Eksistensi Masjid ini semakin dibutuhkan oleh masyarakat, bahkan menjadi salah satu masjid pertama yang digunakan untuk Sholat Jum’at bagi masyarakat desa citeras, seiring berjalannya waktu, Masjid tersebut juga menjadi salah satu yang pertama mengadakan tabligh akbar (Pengajian Rutin) yang diinisiasi oleh ulama setempat termasuk didalamnya KH. Djadja. Pengajian tersebut masih berlanjut hingga saat ini. Saat ini Masjid Nuurul Bayaan masih secara kontinyu menjadi rumah ibadah bagi warga setempat. Selain menjadi tempat solat, juga menjadi pusat pendidikan agama bagi para masyarakat dan para santri.
Setiap hari besar Islam, selalu diperingati di Masjid ini, bahkan momen seperti kemerdekaan RI dan hari - hari penting lain kerap dirayakan di Masjid Nuurul Bayaan.
|
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..